October 30, 2021

Analisa Bisnis Katering Rumahan dan Cara Memulai

Tertarik membuka bisnis katering rumahan? Simak analisa bisnis katering rumahan dan cara memulainya di sini!

Bisnis katering rumahan target pasarnya adalah rumah tangga, anak kos, karyawan, pesanan nasi kotak, nasi tumpeng, dan lainnya. Tertarik ? Pahami cara menganalisa bisnisnya sebelum memulai bisnis katering. 

Bisnis katering rumahan memiliki peluang untuk meraup keuntungan besar. Pasalnya, kini kebiasaan orang dalam memenuhi kebutuhan perutnya sudah berubah. Dulu sebagian besar rumah tangga rutin memasak setiap hari di rumah. Kini, sebaliknya. Kebanyakan pasangan dan lajang lebih suka beli makanan di luar melalui Go Food, Grab Food, Shopee Food. 

Alasannya karena dari segi kepraktisan dan biaya, lebih murah beli makanan jadi atau berlangganan catering. Diskon, variasi menu, dan kelezatan menjadi pertimbangannya,  dibandingkan masak sendiri di rumah. Oleh karena itu, bisnis katering rumahan memiliki peluang yang bagus. 


Analisa Bisnis Katering Rumahan


Bisnis Katering Rumahan
(Gambar: Freeepik)

Bisnis katering rumahan dapat dimulai dengan modal kecil. Dengan menggunakan dapur rumah dan peralatan masak yang ada, bisnis rumahan ini bisa dimulai. Perhitungannya adalah sebagai berikut : 

Biaya Operasional Bulanan

Hasil Penjualan Bulanan

Keuntungan Bulanan 

Analisa bisnis katering rumahan ini merupakan suatu contoh mengenai komponen biaya dan cara mendapatkan keuntungan dari bisnis tersebut. Sementara mengenai nilai harganya  tergantung daerah masing-masing. 

Biaya promosi tetap dianggarkan, namun mungkin bisa besar nilainya di awal mula bisnis katering rumahan berjalan, lalu kemudian semakin mengecil di bulan-bulan selanjutnya. 

Sebaliknya, hasil penjualan diharapkan dapat meningkat dari bulan ke bulan sejalan dengan semakin dikenalnya rasa dan kualitas makanan di dalam bisnis katering rumahan Anda. 

Pentingnya membuat analisis bisnis adalah agar Anda mempunyai perencanaan, riset dan survei, memperkirakan atau memprediksi serta mengevaluasi kegiatan bisnis kuliner rumahan.  Meskipun dimulai dari skala kecil, namun analisa usaha tetap perlu dilakukan. Hal itu bermanfaat agar Anda dapat menghindari segala kemungkinan buruk yang terjadi saat bisnis sedang dijalankan. Usaha apapun, pasti punya resikonya masing-masing.


Baca Juga: 5 Tips Sukses Memulai Usaha Rumahan

Cara Memulai Bisnis Katering Rumahan

1. Survei Harga Termurah untuk Belanja Bahan Makanan 

Survei Harga Bahan Baku
(Gambar: Freepik)

Bisnis katering rumahan dapat dimulai setelah Anda melakukan survei harga biaya operasional. Dari analisa bisnis di atas, terlihat bahwa komponen biaya terbesar berasal dari biaya bahan makanan. Oleh karenanya, Anda perlu mendapatkan harga pemasok bahan makanan yang berkualitas tapi termurah di kelasnya. Karena Anda akan berbelanja rutin setiap hari, mungkin Anda bisa meminta harga grosir atau harga barang diantar sampai ke rumah sehingga menghemat biaya transportasi. Dengan menekan biaya operasional harian maka potensi keuntungan Anda akan meningkat.  

2. Survei Harga Menu Bisnis Katering Rumahan di Sekitar Anda 


Menu Katering Rumahan
Catering Dapur Patriot. (Gambar: Serene.id)

Penting bagi pemula di bisnis katering rumahan untuk memberikan harga menu katering yang terbaik. Terbaik bukan berarti termurah, namun juga bukanlah yang termahal. Jadi, harga di tengah-tengahnya.  Harga yang sesuai dengan kondisi pasar dan kualitas menu tentu saja akan dapat memikat calon pelanggan untuk mencoba menu katering rumahan Anda.  Oleh karena itu, lakukan survei harga katering rumahan yang ada di sekitar Anda, setidaknya dalam radius 0 -2 km dari dapur Anda.

3. Tentukan Target Market Bisnis Katering Rumahan Anda

Bisnis katering rumahan, sebagaimana disampaikan di awal artikel ini,  target pasarnya adalah rumah tangga, anak kos, karyawan, pesanan nasi kotak, nasi tumpeng, dan lainnya. Dengan membuat target market yang jelas maka akan semakin terang bagi Anda dalam menentukan harga menu atau paket catering yang akan Anda jual kepada calon pelanggan. 

Jika lingkungan di sekitar lokasi dapur bisnis katering rumahan Anda dihuni oleh mahasiswa, maka mereka bisa Anda targetkan sebagai target market bisnis kuliner katering rumahan. Variasi menu setiap hari, paket hemat, diskon,  tentunya akan lebih menarik perhatian bagi kalangan usia 17-23 tahun tersebut. 


Baca Juga: 9 Cara Memulai Bisnis Kuliner Dengan Modal Kecil


4. Menyiapkan Modal

Setelah memperoleh gambaran yang jelas dan detail mengenai biaya operasional dan harga menu makanan dari bisnis kuliner rumahan yang akan Anda mulai, selanjutnya yang harus Anda lakukan adalah menyiapkan modal. 

Bicara soal modal, maka tak hanya bicara tentang modal finansial melainkan juga modal mental spiritual. Namanya merintis sebuah bisnis, tentunya akan Anda temukan berbagai macam kendala setiap harinya. Tanpa mempunyai modal mental spiritual yang kuat, Anda bisa saja kena mental sehingga akhirnya lempar handuk lebih secepat, sebelum bendera bisnis katering rumahan Anda berkibar.

Sementara itu, modal finansial yang Anda butuhkan dalam memulai usaha katering rumahan ini sebisa mungkin berasal dari dana tabungan saja dulu. Sehingga Anda tidak terbebani oleh bunga pinjaman karena meminjam dana bank dalam memulai bisnis katering rumahan. 

5. Perhatikan Variasi Menu Katering

Menu yang itu-itu saja jelas akan membosankan pelanggan. Oleh karena itu, pelaku bisnis katering rumahan sejak awal memulai bisnis ini perlu sekali untuk membuat daftar menu dalam sepekan yang kemudian akan dirotasi dengan menu yang berbeda di pekan-pekan selanjutnya. Hal ini untuk menghindari kejenuhan atau kebosanan pelanggan catering. Anda juga dapat memberikan beberapa pilihan menu setiap hari kepada pelanggan, agar mereka merasa nyaman dalam berlangganan catering rumahan Anda. 

6. Tentukan Cara Pembayaran dalam Berbisnis Katering Rumahan

Perputaran uang yang lancar merupakan harapan dari semua pelaku bisnis apapun, tak terkecuali bisnis katering rumahan. Oleh karenanya, dalam memulai bisnis katering rumahan ini Anda juga harus pandai-pandai mengatur perputaran uang, baik uang masuk maupun uang keluar, supaya berlangsung dengan lancar. 

Selain itu, Anda juga perlu untuk mengikuti perkembangan teknologi dalam hal pembayaran non tunai atau cashless. Apalagi jika target market bisnis katering rumahan Anda adalah kalangan usia muda atau milenial. Pembayaran non tunai harus mendapatkan tempat di dalam perputaran uang di dalam bisnis katering rumahan. 

7. Promosikan Bisnis Katering Rumahan di Media Sosial 

Media sosial seperti Instagram, Facebook, Twitter merupakan media promosi yang ampuh dalam pemasaran bisnis katering rumahan. Anda bisa menggunakannya sesering mungkin agar dapat menarik perhatian para calon pelanggan. Buatlah konten-konten promosi berupa foto, gambar, dan video yang menarik lalu upload ke media sosial bisnis kuliner rumahan Anda. Gunakan fitur story yang ada di Instagram dan Facebook untuk promosi harian dari bisnis yang sedang Anda rintis ini. 


Baca Juga: Strategi Sukses UMKM Melek Digital dalam Era New Normal


8. Kemasan yang Rapih dan Berkelas

Teknik mengemas makanan juga penting dalam memulai bisnis kuliner rumahan Anda. Kreativitas sangat perlu dalam hal ini. Selain itu, faktor kebersihan dan keamanan kemasan juga perlu Anda perhatikan. Jangan terlalu mengandalkan kemasan plastik. 

Demikian analisa bisnis katering rumahan dan cara memulainya. Anda bisa unduh aplikasi Youtap melalui Apps Store, Play Store, atau website Youtap untuk memulai bisnis katering rumahan secara profesional.  Youtap adalah satu aplikasi usaha yang akan memberikan kemudahan setiap pemilik usaha baik UMKM hingga bisnis dengan skala besar.  Cukup registrasi semenit, dan coba fitur-fitur gratis yang tersedia. Selamat mencoba! 

Silahkan isi form untuk mendownload e-book!
Link download akan muncul otomatis setelah mengisi data.
Terima kasih! Silahkan download e-book berikut.
Oops! Something went wrong while submitting the form.

Postingan Terkait

Kembali ke Halaman Utama
WA Kami
Sekarang