October 30, 2021

10 Tips Sukses Memulai Usaha Pakaian

Bisnis pakaian tidak pernah sepi meskipun penjualannya kini beralih ke online. Apa saja tips sukses memulai usaha pakaian?

Bisnis pakaian tidak pernah sepi meskipun penjualannya kini beralih ke penjualan online. Perlu kiat dan strategi jitu untuk bisa menembus pasar fashion dengan pemain yang sudah lumayan banyak. Namun, peluang selalu ada. Apa saja tips sukses memulai usaha pakaian?  

1. Lakukan Riset Pasar


Lakukan Riset Pasar
Gambar: Freepik

Meraba-raba produk apa yang belum ada di pasaran. Melakukan riset adalah mencari tahu tren pakaian yang sedang berlangsung saat ini. Cara melakukan riset bisa online, di google atau instagram. Bisa juga riset kecil-kecilan, membuat questioner di kalangan anak muda secara online, atau tanya jawab langsung dengan berbagai kalangan.

2. Tentukan Produk yang Ingin Dijual

Menentukan produk yang ingin dijual berarti memaksimalkan product knowledge di benak kita. Harus tahu sedetilnya barang yang dijual. Apa saja keunggulan produk, supaya nanti bisa dikomunikasikan ke pembeli. Apakah kita akan menjual produk baru atau thrift (bekas pakai).  Barang baru apa yang kira-kira dicari dan terjangkau? Jika barang secondhand, apa yang banyak dicari?

Gambar: Unsplash/@Keagen Henman

Berbeda dengan produk fashion  yang masih baru, bisnis thrift shop mementingkan kualitas, ciri khas spesifik, otentik dan unik. Kekhasan produk bisa menyasar ke pasar yang spesifik juga. Selain mengutamakan fungsi di atas desain, sangat penting diingat, tentu lebih mudah menjual barang yang juga kita sukai. Beberapa ciri khas produk fesyen yaitu:

Perubahan tren harus disiasati. Stok yang menumpuk dan tidak trendy biasanya akan dipasarkan dengan diskon atau sistem bundling.

Tingkat pembelian ulang produk fashion kecil.Orang yang sudah pernah membeli satu produk jarang akan membeli produk dengan desain yang sama dua kali.

Baca Juga: 5 Tips Sukses Memulai Usaha Rumahan

3. Tentukan Pasar yang Ingin Dituju

Saat mapping untuk mengenal pasar, kita harus selalu yakin bahwa pasar akan selalu ada, meskipun kecil. Mapping ini penting untuk pricing, menentukan harga. Kita ingin menggaet pasar yang mana? Kelas menengah ke bawah atau ke atas, jenis kelamin, umur berapa atau kalangan mana. 

Tentukan Pasar yang Ingin Dituju
Gambar: Freepik


Selain mapping dan pricing juga harus sering-sering monitoring, terutama para pesaing di toko sebelah dengan jualan yang sama. Apalagi berjualan online, bermain-main di perbedaan harga yang sedikit sering dilakukan para pedagang dan berpengaruh besar kepada omzet.

Baca Juga: 7 Cara Memulai Bisnis dari Nol

4. Sesuaikan Modal

Banyak mereka yang telah menekuni bisnis fashion berawal sebagai dropshipper karena keterbatasan modal. Setelah itu,  beralih menjadi reseller, barulah kemudian menjadi produsen sebuah brand fashion.

Untuk memulai usaha pakaian tanpa modal besar,  harus pandai mencari supplier yang berbobot. Sedangkan untuk menjadi reseller, bisa mencari supplier di marketplace. Menemukan supplier yang dekat dengan lokasi kita tinggal juga lebih baik. Google map bisa dipakai untuk mencari reseller terdekat, dengan mengandalkan kedekatan lokasi dari tempat kita sehingga menekan ongkos transportasi. Mencari mitra terpercaya sangat penting dan merupakan tangan pertama supaya bisa menekan harga jual.

Pengalaman mereka yang berjualan sebagai reseller, setelah menjadi produsen brand milikinya, tidak hanya memasarkan brand sendiri tapi tetap menjadi reseller untuk brand yang lain. Istilahnya bisnis sampingan. Misalnya, pebisnis fashion konveksi kaos sablon. Selain memiliki brand kaos sendiri, mereka juga menerima orderan kaos sablon.

Untuk reseller yang mencari barang impor, kebanyakan produk jualan di e-commerce Indonesia berasal dari China. Meskipun tidak langsung mencari supplier di China, kita bisa mencari secara online, misalnya di situs Alibaba atau 1688 yang keduanya dimiliki Jack ma.

5. Promosi dan Pemasaran

Selain penjualan konvensional, kini pasar online telah telah terbuka lebar. Tokopedia, Shopee, Lazada, dll memiliki banyak pelanggan. Memiliki nama akun yang baik dan terpercaya dengan deskripsi atau detail produk seperti foto atau judul produk yang khas, penjelasan bentuk dan fungsi produk dan stok yang selalu update, bisa meningkatkan trafik pengunjung ke toko online.

Promosi dan Pemasaran dengan Social Media
Ilustrasi social media. (Gambar: Freepik)

Media lain selain e-commerce yakni marketplace di media sosial. Tiga media sosial dengan marketplace  yang sudah dikenal yaitu Facebook, Instagram dan TikTok. Selain menayangkan produk, kita juga bisa menggunakan media ini sebagai iklan. Iklan juga bisa dimuat di halaman depan Google.


Baca Juga: Strategi Sukses UMKM Melek Digital dalam Era New Normal

6. Buat Brand Sendiri


buat brand sendiri
Gambar: Unsplash/Ian Dooley

Kalau sebelumnya adalah tips memulai usaha pakaian dari merek orang lain, setelah cukup modal kita bisa mengembangkan bisnis fesyen ke merek kita sendiri. Semua kembali lagi kepada passion masing-masing. 

7. Temukan Supplier Bahan Baku yang Tepat

Untuk mengembangkan produk fashion sendiri, mitra bahan baku cukup penting. Selain untuk mengikuti selera desain juga mengikuti tren pasar. Penting diingat, jangan menjadi supplier yang murah, tapi mencari yang memberi pelayanan terbaik. Salah satu trik yang bisa diterapkan untuk hunting bahan baku adalah membeli kain di toko yang letaknya dekat pabrik tekstil. Kalau di Bandung misalnya di daerah Majalaya dan Cigondewah.

8. Miliki Strategi Promosi yang Jitu

Ada beberapa konsep yang harus disiapkan dengan matang yaitu nama merek, logo, dan profil pasar. Slogan penting untuk promosi. Pelanggan menyukai merek dengan cerita yang menarik. Pekerjaan ini harus diselesaikan pada saat proses manufaktur berjalan. Dengan cara ini Anda siap untuk menjual barang Anda segera setelah dibuat.

Miliki Strategi Promosi yang Jitu
Ilustrasi promo dengan memberikan diskon. (Gambar: Freepik)

Sering-sering melihat tren pakaian. Untuk tren pakaian wanita di 2021 misalnya antara lain pakaian berbentuk vest, rajut, kemeja lengan balon, cardigan, tie dye, warna lilac atau monokrom, kulot putih, kaos oversize, dll


Baca Juga: Sukses Berdagang Itu Dimulai dari Diri Sendiri, Bagaimana Caranya?

9. Tetapkan Target Penjualan dan Distribusi yang Realistis.


Tetapkan Target Penjualan dan Distribusi yang Realistis
Gambar: Freepik

Jangan takut untuk bermitra dengan profesional bisnis lainnya. Mereka yang mengerti mode belum tentu paham soal distribusi. Lakukan planning dan auditing, mencoba pendekatan penjualan yang berbeda, serta pantang menyerah. 

Gunakan metode SMART (Specific, Measurable, Attainable, Realistic, Time Bounded).

10. Berikan Pelayanan Terbaik

Pembeli adalah raja. Kebanyakan pelanggan akan kembali berbelanja ke toko yang sama karena mereka merasa puas dengan pelayanan di toko tersebut. Bukan pembelian pertama yang paling penting, tapi juga pembelian kedua, supaya mereka kembali lagi dan lagi. Patut diingat, diskon bukanlah selalu menjadi pilihan utama bagi orang saat berbelanja, namun pelayanan yang mereka dapatkan adalah hal yang paling akan diingat oleh mereka.

Berikan Pelayanan Terbaik
Gambar: Unsplash/Clay Banks

Untuk membantu usaha dagang, kini telah hadir aplikasi kasir online Youtap. Anda yang ingin memulai usaha pakaian sendiri bisa memakai aplikasi ini untuk mencatat secara online transaksi perdagangan, memudahkan berbagai metode pembayaran serta menerima analisa penjualan kita. 

CTA Banner Artikel


Youtap bisa langsung diunduh dari Playstore atau Appstore, cepat untuk membuat registrasi akun dan bisa membuat katalog produk-produk pakaian kita. Jika penjualan berhasil dilakukan, Youtap akan mencatatkan transaksi dan membuat analisa laporan penjualannya. Jadi, tunggu apa lagi? Mulai jualan pakaian dan jadi teman Youtap ya.

Silahkan isi form untuk mendownload e-book!
Link download akan muncul otomatis setelah mengisi data.
Terima kasih! Silahkan download e-book berikut.
Oops! Something went wrong while submitting the form.

Postingan Terkait

Kembali ke Halaman Utama
WA Kami
Sekarang