Youtap BOS
Platform B2B Marketplace sebagai solusi belanja grosir online terlengkap, termurah, dan tercepat untuk kebutuhan usahamu
Solusi untuk BOS UMKM
Buka Youtap BOS
Alisa Youtap
Typically replies in a few hours
Alisa Youtap
Halo! Ada yang bisa Alisa bantu?
Start Whatsapp Chat
February 16, 2023

7 Risiko Bisnis Kuliner yang Wajib Dikelola dengan Tepat, Apa Saja?

Bisnis di segala bidang pasti memiliki resiko yang tidak bisa dihindari. Sehingga, para Bos harus mengetahui cara mengelola risiko bisnis kuliner dengan tepat.

POST EVENT 7.7 MOBILE
Isi Artikel

Ketika menjalankan bisnis, pasti akan selalu ada risiko masing-masing yang perlu dikelola agar tetap stabil berjalan. Hampir semua bidang pasti memiliki risiko yang sama pentingnya, apalagi jika kamu menjalankan bisnis kuliner. Pastikan bahwa beberapa risiko di bawah ini dikelola dengan baik karena saling terkait. 

Risiko Bisnis Kuliner yang Wajib Dikelola

risiko bisnis kuliner
Gambar: freepik.com

1. Relevansi Produk dan Inovasi Bisnis 

Pertama adalah relevansi produk dan inovasi bisnis, artinya menjaga antara kedua hal tersebut agar bisa terus sesuai dengan kebutuhan target market. Sederhananya, produk dan inovasi harus cocok untuk memenuhi selera dan kebutuhan target pasar. 

Cara mengelola risiko satu ini dengan melakukan riset agar bisnis mengetahui keinginan atau kebutuhan konsumen dan bisa menciptakan produk yang diinginkan tersebut. Kemudian, jangan lupa juga untuk melakukan inovasi berkala dan terencana, tujuannya agar selalu ada yang baru, sehingga dapat menjaga relevansi produk kuliner dimata konsumen. 

2. Pastikan Produk Aman dan Berkualitas

Kedua adalah memastikan produk aman dan berkualitas. Maksud dari poin ini menjaga produk kuliner sesuai dengan standar higienis dan kualitas yang tinggi sampai ke tangan konsumen. Demi mewujudkan produk aman dan berkualitas tersebut, tentu ada cara mengelolanya sendiri dengan membuat Standard Operating Procedure (SOP) yang terstruktur mengenai prosesnya. 

Prosesnya termasuk dalam pengadaan bahan baku, produksinya kitchen, quality check, sampai dikonsumsi oleh konsumen. Hal paling pentingnya adalah semua karyawan yang terlibat paham atas SOP tersebut dan menjalankannya dengan konsisten. 

3. Komunikasi dan Komunikasi dari Brand Bisnis Kuliner

risiko bisnis kuliner
Gambar: freepik.com

Ketiga adalah komunikasi dan reputasi brand bisnis kuliner itu sendiri. Pasalnya seperti yang kita tahu, saat ini penggunaan media sosial memang sangat masif, sehingga reputasi sebuah brand sangat mudah terpengaruh dengan sebuah unggahan atau caption dari seseorang. 

Sehingga, cara mengelola risikonya yaitu harus jelas dan terstruktur membuat suatu standar untuk menjaga layanan yang baik kepada konsumen. Jadi, seluruh komunikasi brand dalam berbagai platform pastikan sudah dianalisa dan direview baik dari sisi bahasa maupun isi konten. 

4. Keuangan Bisnis

Keempat adalah risiko dari segi keuangan bisnis. Seperti kita ketahui bersama, ketika berani untuk membangun sebuah bisnis, maka juga harus siap menanggung risiko kerugian yang berkaitan dengan keuangan. 

Sehingga untuk mengelola risiko tersebut dengan membuat prosedur otorisasi keuangan yang jelas untuk semua transaksi. Pastikan memiliki sistem pelaporan keuangan yang jelas dengan sebuah laporan berisi laba/rugi, neraca, dan cash flow akurat. Pastikan bahwa laporan keuangan yang dibuat transparan sehingga lebih mudah untuk direview dan dianalisa, jika terjadi perubahan yang terjadi apakah naik atau turun. 

5. Kualitas Supply dan Operasional

Kelima adalah memastikan kualitas supply dan operasional bisnis berjalan lancar. Maksudnya terus berjalan secara konsisten tanpa ada kendala sehingga tidak memengaruhi stok bisnis sehari-hari. Hal ini menjadi bagian penting agar dapat memberikan pelayanan dan kepuasan pelanggan saat berbelanja. 

6. Pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM)

risiko bisnis kuliner
Gambar: freepik.com/DCStudio

Keenam adalah melakukan pengelolaan SDM untuk menjalankan bisnis kuliner dengan memastikan seluruh mekanisme dan standar jelas. Baik itu dalam proses rekrutmen, pelatihan dan pengembangan yang berkelanjutan. Selain itu juga perlu dikelola terkait standar remunerasi, sistem gaji dan bonus yang transparan. 

Tak lupa sistem pengembangan karir dan promosi juga harus jelas sehingga karyawan bisa merasa adanya potensi pengembangan ke arah lebih baik.

7. Mulai Melakukan Adaptasi dan Implementasi Sistem Digital

Terakhir, melakukan adaptasi dan implementasi sistem digital untuk mengelola bisnis kuliner. Mulailah untuk memiliki sistem kerja dan prosedur yang jelas dalam setiap fungsi bisnis. Pastikan memiliki sistem teknologi yang dapat mendukung penggunaan kasir seperti POS online atau metode pembayaran digital lainnya. 

Selain itu juga termasuk otomatisasi cara-cara kerja yang manual, misalnya sistem pembelian barang kepada supplier, sistem pengelolaan persediaan (inventory management), dan lain-lain.

Itulah penjelasan mengenai risiko bisnis kuliner yang wajib dikelola. Tujuannya agar bisnis tetap bisa berjalan dengan stabil dan terhindar dari kerugian. Kemudian, untuk mendukung perkembangan bisnis, ada baiknya para Bos menggunakan Aplikasi Kasir Digital Youtap POS yang dapat kamu download di Google Play Store atau Apps Store

Silahkan isi form untuk mendownload e-book!
Link download akan muncul otomatis setelah mengisi data.
Terima kasih! Silahkan download e-book berikut.
Oops! Something went wrong while submitting the form.

Postingan Terkait

Kembali ke Halaman Utama