November 16, 2021

8 Tantangan Bisnis Kuliner yang Sering Dihadapi, Apa Saja?

Demi bisa menghindari kesalahan tertentu yang berakibat pada kerugian, kamu bisa coba mulai waspada pada beberapa tantangan bisnis kuliner berikut.

POST EVENT 7.7 MOBILE
Isi Artikel

Ketika menjalankan sebuah bisnis kuliner, bukan hanya sekadar kualitas rasa yang harus diperhatikan tetapi juga strategi penjualan agar dapat terus berkembang. Hal itulah yang akan menjadi sebuah tantangan bagi seluruh pelaku bisnis, termasuk bisnis kuliner. Dan berikut ini ada beberapa tantangan bisnis kuliner yang bisa menjadi penghambat untuk berkembang. 

Tantangan Bisnis Kuliner

1. Tidak Memiliki Visi, Misi, dan Tujuan Jelas 

tantangan bisnis kuliner
Gambar: freepik.com/rawpixel.com

Seberapa cepat sebuah perkembangan terjadi pada bisnis bisa ditentukan oleh visi, misi, dan tujuan yang dibuat sejak awal.  Visi, misi, dan tujuan tersebut biasanya akan dibentuk oleh pemilik bisnis. Dan semakin besar tujuan yang ingin dicapai, tentu akan semakin besar juga upaya yang ditempuh untuk mengembangkan usaha. 

Semakin besar usaha yang dilakukan, tentunya akan semakin tinggi potensi untuk menjadi sukses. Namun, akan sebaliknya apabila upaya yang dilakukan oleh pelaku bisnis tidak maksimal maka hasilnya pun kurang memuaskan. 

2. Pemilik Bisnis Memiliki Blocking Mindset dan Perilaku

Seorang pelaku bisnis yang baik tentunya harus memiliki pemikiran yang terbuka untuk menerima berbagai masukan dan kritik. Hal tersebut dilakukan agar bisnis dapat terus berkembang. Karena belajar dari saran dan kritik yang diberikan oleh konsumen bisa menjadi acuan perbaikan untuk pihak eksternal atau internal perusahaan.

Namun, apabila kamu memiliki blocking mindset dan perilaku di mana tidak mau mendengarkan saran dan kritik dari orang lain justru akan menghambat perkembangan bisnis kuliner. 

3. Tidak Mengelola Keuangan Bisnis Kuliner dengan Baik

tantangan bisnis kuliner
Gambar: freepik.com/gpoinstudio

Hal penting ketika menjalankan sebuah bisnis adalah dapat mengelola keuangan dengan baik. Tujuannya agar arus uang dapat terdistribusi dengan baik dalam proses operasionalnya. Selain itu, juga dapat membantu modal pertumbuhan pada bisnis. 

Apabila tidak ada sistem kelola keuangan yang baik pada bisnis kuliner, tentu ini akan menjadi tantangan terbesar karena kurangnya biaya untuk modal. Beberapa hal yang harus ditetapkan sejak awal adalah alokasi dan budget untuk masing-masing pengeluaran dalam bisnis. Pastikan kamu terhindari dari kondisi pengeluaran lebih besar dari pendapatan masuk. 

Selain perencanaan keuangan yang jelas, kamu juga perlu membuat sistem kontrol untuk memastikan semua perputaran uang terealisasi dengan baik. Dalam hal kelola keuangan bisnis, kamu bisa menggunakan Aplikasi Usaha Youtap di mana seluruh transaksi masuk dan keluar bisa dicatat secara online sehingga lebih akurat dan mudah. 

4. Tidak Membangun Brand Bisnis Kuliner dengan Baik

Kini bisnis kuliner memang mengalami pertumbuhan yang luar biasa sangat cepat. Tak hanya pertumbuhan dari bisnis kuliner lama, tetapi juga mulai banyak brand baru yang merintis. 

Tentu saja ini membuat persaingan di pasar semakin ketat, dan menjadi tantangan nyata bagi para pelaku bisnis kuliner. Kamu harus cepat beradaptasi agar bisnis kuliner bisa tetap dikenal dengan persepsi yang tepat. Oleh karena itu aktivitas membangun brand menjadi hal kunci dari sebuah bisnis untuk tetap selalu diingat dan dipersepsikan relevan oleh konsumen

5. Tidak Ada Struktur yang Jelas Pada Sistem Operasional Restoran 

tantangan bisnis kuliner
Gambar: freepik.com/8photo

Kunci sebuah bisnis kuliner yang dapat bertahan adalah memiliki sistem operasional konsisten terhadap service atau pelayanan, kualitas produk dan menjaga kebersihan. 

Oleh sebab itu, kamu perlu membangun sistem operasional secara tertulis yang nantinya bisa memberikan pelatihan terhadap karyawan. Sehingga secara periodik sistem kontrol ini dapat dilakukan tinjauan secara harian, mingguan maupun bulanan. 

6. Tidak Ada Konsistensi untuk Menjaga Kualitas Produk

Kualitas produk menjadi salah satu bagian penting ketika kamu menjalankan sebuah bisnis kuliner. Umumnya, bisnis kuliner yang sukses pasti mampu menjaga kualitas produk mereka sehingga konsumen berani untuk kembali membeli di tempat milikmu. Dalam menjaga kualitas produk ini, tentu kamu membutuhkan sistem kontrol yang baik saat menjalankan bisnis kuliner dan harus dilakukan secara konsisten. 

7. Tidak Ada Sistem Kontrol Persediaan Produk

Demi menjaga kualitas produk, kamu perlu melakukan kontrol persediaan yang tersimpan dan sudah terpakai. Apabila bahan baku yang digunakan dalam kondisi baik, maka kualitas produksi makanan pun akan sesuai dengan standar yang diharapkan.

8. Tidak Ada Inovasi Baru Pada Bisnis Kuliner

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa saat ini bisnis kuliner mengalami pertumbuhan yang luar biasa cepat. Agar bisnis milikmu tetap bisa bersaing di pasaran, tentu harus memiliki inovasi yang konsisten. Kamu harus bisa cepat beradaptasi dengan semua tren baru yang ada di masyarakat. Namun, penting juga untuk diperhatikan bahwa perubahan itu harus tetap diimbangi dengan berbagai aspek dalam bisnis. Baik dari sisi konsep bisnis maupun operasional. Karena tanpa adanya inovasi bisnis, kamu akan tertinggal dan dikalahkan oleh pesaing bisnis kuliner lainnya. 

Itulah beberapa tantangan bisnis kuliner yang bisa menghambat perkembangan usaha milikmu. Jadi, ada baiknya untuk memiliki tujuan jelas, perencanaan keuangan, inovasi bisnis hingga mampu menerima semua saran dan kritik dari konsumen. 

Kemudian, agar dapat menunjang kemajuan bisnis, pastikan juga kamu menggunakan sistem berbasis digital dalam pengelolaannya, ya. Di mana kamu dapat menggunakan Youtap POS yang merupakan aplikasi kasir digital dari Youtap Indonesia.

AriantiK

Penulis profesional sejak tahun 2019 dengan spesialisasi penulisan terkait bisnis, UMKM, lifestyle, dan topik lainnya.

Silahkan isi form untuk mendownload e-book!
Link download akan muncul otomatis setelah mengisi data.
Terima kasih! Silahkan download e-book berikut.
Oops! Something went wrong while submitting the form.

Postingan Terkait

Kembali ke Halaman Utama